VOTEVOLUTION : SAAT SUARA MUDA JADI GERAKAN, PEMILIH PEMULA BELAJAR DEMOKRASI LEWAT MINI SIMULASI
Dalam upaya menumbuhkan kesadaran berdemokrasi di kalangan generasi muda, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Konawe bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Unaaha menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkleanjutan bagi Pemilih Pemula bertema “Votevolution: Saat Suara Muda Jadi Gerakan.” (Kamis, 13/11/2025)
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan SMA Negeri 1 Unaaha ini diikuti oleh Tiga Puluh siswa SMA sebagai bagian dari program pembinaan kesadaran politik sejak dini.
Berbeda dari kegiatan sosialisasi pada umumnya, acara kali ini dikemas secara interaktif dan kreatif dengan menghadirkan mini simulasi pemilihan umum bertajuk “Simulasi Evolusi Demokrasi.” Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan tentang arti penting demokrasi dan proses pemilu, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana menjadi pemilih, saksi, dan petugas KPPS.
Kegiatan dibagi ke dalam tiga fase, yang diawali dengan pemaparan singkat oleh Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Bapak Dr. Andi Muh. Dzul Fadli, S.Sos., M.Si. serta Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu Bapak Ramdhan Riski Pratama, S.H., kemudian dilanjutkan dengan Pengenalan peran dalam pemilihan, serta Simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Melalui konsep ini, siswa diajak memahami bahwa demokrasi yang kuat lahir dari kesadaran dan partisipasi aktif warga negara.
Dalam sesi pemaparan berjudul “Pemilih Muda dan Evolusi Demokrasi di Indonesia,” Bapak Andi Muh. Dzul Fadli menegaskan bahwa lebih dari 50% pemilih pada Pemilu mendatang berasal dari kalangan muda. “Generasi muda bukan hanya masa depan bangsa, tetapi juga penentu arah demokrasi. Melalui Votevolution, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari satu suara,” ujarnya.
Para siswa antusias mengikuti jalannya simulasi. Beberapa di antara mereka bahkan menunjukkan kemampuan berargumentasi dan berpikir kritis saat menyampaikan jawaban-jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan bapak Ramdhan Riski Pratama.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Unaaha Ibu Ridawati menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, pendidikan demokrasi melalui pendekatan partisipatif dan menyenangkan seperti mini simulasi ini sangat efektif untuk membangun pemahaman siswa. “Anak-anak belajar bahwa memilih bukan sekadar mencoblos, tetapi juga memahami nilai, integritas, dan tanggung jawab di balik setiap suara” ujarnya.
Sementara itu, Bapak Ramdhan Riski Pratama menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional pendidikan pemilih untuk meningkatkan literasi politik generasi muda. “Kami ingin menanamkan semangat bahwa demokrasi akan terus berevolusi selama anak muda mau bergerak dan berpartisipasi” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pesan inspiratif dari Bapak Andi Muh. Dzul Fadli yang mengajak siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan “Gunakan hak pilihmu, pahami makna demokrasi, dan jadilah bagian dari Votevolution, agar suara muda benar-benar menjadi gerakan perubahan” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami proses pemilu secara teknis, tetapi juga tumbuh sebagai pemilih cerdas, kritis, dan berintegritas. Karena demokrasi yang kuat dimulai dari satu langkah kecil, yakni kesadaran untuk memilih.